Trend yang bikin repot

Suatu pagi, saya beserta anak istri pergi ke pasar. Kami berjalan kaki karena lokasinya dekat, kira-kira 30 meteran. Sekalian berolahraga lah. Dalam perjalanan kami berpapasan dengan dua siswi SMU. Setelah lewat kira-kira 5 meteran saya senyam-senyum sendiri. “Liat nggak tadi pakaiannya?” tanya saya pada istri saya. Istri pun senyum dan berkata “Arek sa’iki aneh-aneh (anak sekarang aneh-aneh)” kata istri saya.Salah satu siswi memakai jilbab dan baju lengan panjang agak ketat, memakai rok panjang sampai mata kaki, serta sabuk yang terihat jelas. Tak ada yg ‘unik’ sampai disini. Biasa. Yang menarik adalah rok yang panjang tadi ternyata ‘dipelorot-pelorotin’ hingga sabuknya melingkar di pinggul. Rok yang dikenakanpun jadi terseret-seret di jalan (ngukurnya juga salah kali ya). Sesekali si gadis menarik ke atas roknya agar tidak keterusan melorot agar tidak kotor jika melewati genangan. Andaikan ada yang iseng, dengan tenaga setara menarik tirai jendela saja sudah bisa membuat rok itu melorot. “Arek sa’iki ono’ono’ ae (anak sekarang ada-ada aja)” kata istri saya lagi.

Dulu, dosen saya pernah berkata, waktu sedang mengajar mata kuliah kesmen (kesehatan mental). “Kalau dulu cewek bisa kelihatan CD-nya (celana dalam) dari depan. Sekarang tidak hanya dari depan dari belakangpun bisa kelihatan” kata dosen saya dengan nada menyindir. “Celengan Ji!” kata teman yang duduk di sebelah saya waktu itu sambil menunjuk teman wanita yang duduk dua bangku di depan saya yang jeansnya ‘melorot’ sehingga cd berwarna merah tua dengan merk terkenal terlihat jelas seperti memang sengaja dipamerkan. Sesekali dia menarik kaosnya ke bawah mungkin agar bisa menutupi cd yang terihat dari belakang tadi. Tapi percuma. Celana model ‘melorot’, tapi ukuran baju pas-pasan. Akibatnya jadi repot sendiri. Membuat diri sendiri tak nyaman dan orang di sekitarnya menjadi tak konsen dengan kuliahnya..hehehe.
Lain lagi dengan celana model punk, konon katanya celana punk yang kelewat ketat terpaksa harus di bantu kresek agak tungai kaki bisa masuk (yang ini saya liat di komik strip Benny and Mice …ada-ada aja). Beda jika celana tersebut berbahan karet. Mungkin akan mudah masuknya dan akan terlihat seperti penari balet pria atau pemain sirkus.

Ada lagi trend yang merepotkan. Saya pernah melihat dua remaja menggotong sepeda motor cepernya karena melewati polisi tidur (poldur). Dan tidak cuma motor, mobilpun memiliki trend ceper yang akibatnya juga akan menyulitkan jika melewati ‘kawasan padat penduduk’ yang memiliki poldur yang tinggi (ada beberapa poldur yang pernah saya temui kelewat tinggi sehingga motor yang tidak ceper pun bisa nyangkut…bikin kok gak mikir ya…ukur dong).

Saya pribadi lebih tertarik melihat tato dan tindik walaupun saya tak punya nyali untuk meng-ada-kannya di badan saya. Pertama, ya agama saya tidak membolehkan. Kedua, takut jarum. Ketiga takut disangka preman. Keempat, takut istri yang tak suka aneh-aneh :).
Untuk tato, saya terkadang bisa menemukan desain-desain keren bergaya tribal yang bisa menjadi inspirasi untuk desain. Sedangkan untuk tindik (piercing), saya hanya salut dengan mereka yang berani ekstrim dan rela menyakiti diri sendiri.

Sambil berjalan menuju pasar, istri berkata “gimana ya pa Andin nanti?” Saya hanya senyum. Kira-kira tahun 2024, kalau panjang umur, saya dan istri berkepala 4 dan Andin kami akan menjadi remaja berusia 15 tahun. Seperti apa nantinya? Rambut ‘gulali’kah? Mohawk? Kribo? rasta? celana ketat? super pendek?Tambalan?Terbalik?Melorot?Robek? Baju salah ukuran?Kacamata las? Gigi berpenangkal petir?What else?

Lets trends flows lah. Banyak juga yang menarik dan tidak merugikan dari ‘kegilaan’ (post)modern. Saya pribadi terkadang bisa menikmati seni konseptual, Musik Undergound (kadang-kadang lho), dan terhibur menonton Jackass the movie yang kata istri saya film orang uedan..haha. Khusus untuk anak saya, saya cukup yakin anak saya tidak kelewat ‘gila’. Buah jatuh tak jauh dari tempatnya. Itu pelajaran yang saya dapat waktu masih di sekolah dasar. Kalaupun ada trend super aneh nantinya, saya hanya bisa berharap itu tidak melanggar hukum/norma agama dan asusila yang berlaku di masyarakat tempat dia tinggal dan tidak merepotkan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.


11 responses to “Trend yang bikin repot

  • DE

    mungkinanak2 muda malu kalo ndak ikut ngetrend, gengsi gituh :P

  • kejujurancinta

    ga usah ngikuti trend yg ga bnr deh
    biar aja dibilang kuno
    yg pasti tetap di jalan yg benar

  • 1nd1r4

    hehehe, saya juga suka ‘takjub’ dengan gaya anak2 sekarang. Mengikuti trend sich sah2 saja, tapi kalau sudah sesuatu yg harusnya ‘didalam’ diperlihatkan ya nyleneh juga. Waktu ke jogja saya malah liat siswa SMU berjilbab tapi poni rambutnya disisir kedepan…aneh2 ajah

  • Rindu

    Saya ingin mengajarkan cara berpakaian yang islami kepada anak cucu saya kelak jika sudah titik titik nanti … karena berpakainapun sudah diatur di Al Quran dengan begitu indahnya.

  • Bundanya Dita

    Kalau lihat gaya ABG yang norak, seperti baju, sepatu, tas, hiasan rambut warna warni dengan penampilan ceria&segar, masih OK lah. Tapi kalau sudah dengan gaya sengaja mempertontonkan CD itu ya membuat ngelus dada. Yo piye meneh mas, lingkungan pergaulan nya kayak begitu. Ortu yang punya anak perempuan seperti kita ini yang dibuat dag dig dug terus. Bagaimana anak kita nanti, ya tanggung jawab kita sebagai orang tua tuh mas :-)

  • sanggita

    Wahh, tulisannya ringan ning kok mak jleb. Asyik asyik…two thumbs up!

    Ada lagi yang belum, Mas : jipon (jilbab poni) dan model polem (poni lempar). Saya suka geli loh, apalagi kalo para remaja pria yang mulai bergaya metroseks..du du du…saya kan jadi deg2an bayangin remajanya Wima dan Willa kelak.

    Saya : A, kamu harus siap lho dengan trend yang bakal mempengaruhi Wima dan Willa ntar. Liat tuh si Iam sepupumu. Berponi euy. Kamu kan cukup resisten dengan perubahan, hahaha…

    Suami : Iya deh <– pendiem, bo

    Saya : Tapi kok aku mulai ngga nyaman ya sama trend? Ngga niat ikut2an pake celana pensil, tas bling2, sepatu/sandal ngiprit nan menyiksa kaki, pake sabuk segede perut gitu? Beda sama 10 tahun yll yang ikut2an pake celana cutbray, kaos ketat, sepatu kapal (yang alasnya tebel tuh lho)

    Suami : Berarti kamu sudah menyelesaikan salah satu tugas perkembanganmu, Bu –sambil kedua tangan tetap nge-game–

    Saya : ??! Sok teu ah, si aa teh. Emang yang lulusan psikologi siapa?!

    *Saya juga protes sama suami yang sepertinya kalem tapi kok ya tahan nonton Jack Ass!! <– bergidik

    ** Thx untuk komennya di Haruskah Kembali ke Rumah ya

  • sanggita

    Mas, apa ngga sayang nih kalo layar segede ini cuma kepake 40%nya? Tuh sebelah kanan kosong mlompong gitu. Tulisan jadi kecil2 bikin mata thithilen, je.

  • anas

    trend emang aneh2 mas…
    malah bikin norak.termasuk cara berpakaian yg kadang terlalu dipaksakan.
    BTW pkbr nih?masih ingatkah ama diriku?

  • Fa

    Trend kadang bikin orang menjebak diri sendiri.. ngabisin energi, hehehe :D salam kenal jg mas Ajie.. lg blog walking :)

  • blessingcornerjeans.com

    semakin gila dan berani trend dunia remaja.. semoga di tahun-tahun mendatang bisa lebih baik lagi…
    salam sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: